Lihatlah Akhlak pada Diri Maryam

“ Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata, “Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, menyucikan kamu, dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia – 42. Hai Maryam, taatlah kepada Tuhan-mu, sujud dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku’kon -43.” (QS. Ali Imran 42-43)

Nikmatnya berkumpul bersama teman-teman dalam majlis ilmu, majlis ilmu, insya Allah majlis yang diberkahi Allah Swt. Amien…

Pada hari ahad pagi tanggal 30 Agustus 2009 atau bertepatan dengan 9 Ramadhan 1430 H, saya bersama suami dan anak saya berencana keluar bersama teman-teman. Tepatnya di Masjid Nurul Haq Balikpapan Gn. Pipa. Alhamdulillah rencana itu terkabulkan, walaupun suami merasa ada sedikit yang tidak enak dengan kondisi kesehatan terutama di bagian kepala. Akhirnya suami tetap memutuskan pergi.

Pagi-pagi kami bertiga bersiap-siap secara bergantian. Insya Allah tepat jam 09:30 pagi waktu rumah saya, kami berangkat menuju masjid Nurul Haq. Bismillahirrahmanirrahiim…. Kamipun berangkat. Alhamdulillah perjalanan lancer, nikmatnya keika sampai di tempat tujuan, sudah banyak teman-teman yang lain telah datang dan berkumpul terlebih dahulu.

Acaranya adalah Pengajian Dhuha, kebetulan juga pengajian Dhuha yang pertama di bulan Ramadhan 1430H. Insya Allah akan diagendakan sepekan sekali.

Ustadz yang datang dari Jakarta, cumin maaf - saya lupa namanya. Insya Allah bila tak lupa akan ditanyakan siapa ustadznya. Hmmmm…. Tema bahasan adalah QS. Ali Imran 43 – 46. Intinya begitu…. Tapi dalam postingan kali ini saya tidak akan bahas semuanya, hanya 2 ayat sesuai dengan tulisan teratas.

Kedua ayat ini saling berhubungan lo, jangan di artikan satu-satu yang tidak ada satu kesatuan. Maka nanti akan menjadi makna yang bisa kita ambil untuk dillah diri kita sendiri.

Pada ayat 42 (QS. Ali Imran Ayat 42) dimaksudkan bahwa Maryam adalah orang pilihan, orang yang disucikan dan bahkan Maryam adalah wanita yang dilebihkan oleh Allah dari segala wanita di dunia ini.

Betapa nikmatnya menjadi orang pilihan Allah swt ini. Namun dibalik itu semua, Allah memberikan maksud kepada Maryam. Maka Allah memberikan perintah kepada Maryam.

Perintah Allah kepada Maryam bisa kita lihat pada ayat berikutnya yaitu ayat 43 (QS. Ali Imran ayat 43) yang dimaksudkan adalah bahwa Allah memerintahkan Maryam untuk taat kepada Allah, Sujud dan Ruku’ bersama orang-orang yang Ruku’. Itulah perintah Allah kepada Maryam.
Bila melihat maksud ayat tersebut. Malukah kita atas diri kita sendiri selama ini? Mengapa bisa demikian? Pertanyaan inilah yang seharusnya muncul sebagai renungan. Apa renungannya?

Maryam sebagai orang yang dipilih oleh Allah, disucikan dan dilebihkan atas wanita yang lain didunia ini saja masih diperintahkan oleh Allah untuk taat, sujud dan ruku’ kepada Allah, Artinya diperintahkan untuk beribadah kepada Allah. Dan diceritakan pula dalam Al-Qur-an Maryam adalah orang yang sangat taat, sampai-sampai mihrab tempatnya beribadah sebagai tempat yang dibanjiri Rahmat Allah.

Bagaimana dengan diri kita, yang notabenenya bukan sebagai orang terpilih, bukan sebagai orang yang disucikan dan dilebihkan. Apakah ibadah kita sudah baik, apakah kita sudah benar-benar taat kepada Allah, Apakah kita sudah benar-benar sujud dan ruku’? Hanya diri kita masing-masing yang bisa menilainya.

Dengan mengetahui kisah Maryam. Mari kita selalu berusaha untuk meningkatkan ketaatan kita, ibadah kita dan selalu mendekatkan diri kita kepada Allah Swt. Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang bertaqwa. Amien…

Komentar