Memandang Fatwa MUI “Mengemis Haram”?

Saya sempat membaca di salah satu surat kabar harian daerah Kaltim. Ada sebuah berita tentang fatwa MUI Sumenep Madura bahwa mengemis itu haram. Apa maksudnya ya?

Bila kita melihat disekitar kita pada masa-masa seperti ini, jumlah pengemis sepertinya semakin bertambah saja. Apa mungkin karena jaman semakin sulit?, jumlah penduduk semakin banyak? Entahlah…. Yang pasti inilah yang terjadi…

Banyak alasan tentunya untuk MUI Sumenep Madura mengeluarkan fatwa MUI ini. Karena memang daerah geografis di sana memungkinkan banyak penduduknya menjadi pengemis. Walaupun dalam keadaan apapun bukan suatu alasan untuk kita menjadi pengemis.

Kemudian bisa dimungkinkan bahwa mengemis bukanlah karena suatu keadaan yang sulit buat pribadi, namun mengemis merupakan suatu profesi yang menjanjikan dan memberikan keuntungan yang besar dengan jalan yang mudah. Sudah banyak kan kejadiannya. Bahkan ada pihak-pihak yang memang mengkoordinir kegiatan mengemis ini. Jadi merupakan suatu basis pekerjaan yang terkoordinasi dengan baik, hebat ya??? Kayak perusahaan besar aja.

Mungkin dengan tujuan yang baik, fatwa tersebut bermaksud menghilangkan budaya yang kurang baik dengan mejadikan mengemis sebagai profesi yang menjanjikan, padahal kita tahu tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah.

Itu mungkin beberapa alasan yang mungkin bisa kita terima. Lalu bagaimana dengan para pengemis sungguhan yang memang benar-benar keadaan bahwa dia harus mengemis. Bukan kapasitas saya melarang atau mengiyakan fatwa tersebut, namun saya berpendapat memang sulit membedakannya.

Menurut saya, tidak salah jika seseorang harus mengemis, walaupun itu sangat tidak dianjurkan. Bagi kita yang lebih berada tentunya juga harus lebih mengerti tentang keadaan mereka tapi dengan pertimbangan yang lebih baik untuk membantu. Artinya jika kita menemui mereka dijalan, ya tahan dulu pemberian anda. Mungkin yang lebih efektif adalah dengan menyalurkan zakat, infaq, sedekah melalui badan-badan penerima. Sudah banyak koq saat ini. Namun jika ingin memberi langsung tentunya kita juga harus mengetahui dengan benar latar belakang mereka. Dengan demikian benar-benar bisa memberikan yang hak untuk mereka yang memang benar-benar membutuhkan bantuan.

Menyikapi fatwa MUI tersebut sebenarnya kembali kepada pribadi masing-masing. Perlu tidak perlu, Penting tidak penting, saya tanyakan kembali “Bagaimana menurut anda?”

Artikel Terkait

Henny Faridah adalah sebuah blog pribadi yang berisi artikel tentang wanita dan hal hal lain yang berhubungan dengan wanita (perempuan) seperti jika wanita bercerita tentang Anak, Keluarga, Pendidikan, Keuangan, Resep Masakan, Kesehatan dan lainnya. Sesuai dengan namanya juuga jika blog ini identik dengan wanita. Sebenarnya blog ini adalah milik Budi Mulyono sengaja membuat blog wanita dengan nama istrinya Henny Faridah Murniaty Harahap dengan domain yang disingkat menjadi HennyFaridah.

7 komentar

komentar
Sabtu, 16 Oktober 2010 20.38.00 GMT+8 delete

orang mengemis bisa karena kebutuhan dan terpaksa

Reply
avatar
Selasa, 06 Mei 2014 05.07.00 GMT+8 delete

Mengemis itu tidak haram, meskipun begitu tetapi lebih baiklah berusaha.

Reply
avatar
Senin, 04 Mei 2015 12.09.00 GMT+8 delete

Kalo mengemis untuk dijadikan profesi itu haram karena malez ga mau bekerja, tapi kalo meminta sedekah karena butuh banget ya ga haram

Reply
avatar
Jumat, 05 Juni 2015 15.35.00 GMT+8 delete

Obat Herbal Alami Wasir Aman Dan Ampuh Atasi Wasir Secara Tuntas Dan Cepat

Reply
avatar
Senin, 20 Juni 2016 23.59.00 GMT+8 delete

menurut gw sich tergantung bisa haram bisa tidak. grosir baju

Reply
avatar