Ads 728 90

Ads 728 90

Perlukah Suami Mengetahui Penghasilan Istri?

Dalam berumah tangga, suami adalah sebagai kepala rumah tangga. Suami yang memimpin segala manajemen rumah tangga. Hal yang utama adalah suami bertanggung jawab atas baik buruknya dalam rumah tangga. Suami juga yang bertanggung jawab atas nafkah keluarga. Lalu bagaimana jika sang istri juga memiliki penghasilan?

Banyak pertanyaan muncul dari beberapa teman-teman suami kepada suami saya, rata-rata para ikhwan yang akan menikah. Akhirnya suami sharing dengan saya. Banyak hal yang saat ini bisa diterapkan dan disesuaikan dengan ajaran Rasullullah Muhammad Saw. Artinya setiap keputusan harus diambil bersama namun tetap sesuai dengan syariah yang ada. Bagaimana caranya?

Memang ini pertanyaan yang menjadi dilema, bahkan bisa menjadi perdebatan antara suami dan istri. Bijaklah dalam menyikapi, ini berlaku untuk kedua belah pihak. Dengan rasa cinta dan kasih sayang dan syariah bersikap, insya Allah ini hanya masalah kecil.

Memang dalam berumah tangga, suami menjadi penanggung jawab utama memberi nafkah kepada setiap anggota keluarga. Sedangkan sang istri bertanggung jawab atas rumah tangga, terutama dalam hal pendidikan anak. Dalam ajaran Islam, istri tidaklah wajib melayani suami seutuhnya, bahkan bila perlu suami mencarikan pembantu buat sang istri agar pekrjaan di rumah menjadi ringan untuk sang istri.

Suami sebagai sang ayah, wajib memenuhi nafkah anak-anak sampai akil baligh. Bahkan ketika suami dan istri berpisah, kewajiban itu tetap ada.

Namun pada masa-masa sekarang ini, kan banyak istri yang juga bekerja. Mari dipahami dengan menghormati tiap-tiap hak istri atau suami untuk menjawab pertanyaan "Perlukah Suami Mengetahui Penghasilan Istri?" atau "Bolehkah Suami Mengetahui Penghasilan Istri?" atau juga "Wajibkah Istri Memberitahukan Jumlah Penghasilannya Kepada Suami?".

Di dalam syariah, segala harta milik istri adalah hak istri dan tidak menjadi hak suami. Sedangkan harta suami bisa menjadi hak istri, namun istri harus mengalah ketika suami memberikan harta untuk nafkah kepada sang ibu. Nah dari sini pertanyaan-pertanyaan diatas menjadi gantung, apakah sudah terjawab atau belum.

Sebenarnya di dalam islam tidak ada nash tentang kewajiban ini. Namun istri bila keluar rumah mencari penghasilankan atas izin suami. Apa salahnya jika istri juga memperlihatkan (memberi izin suami mengetahui) jumlah penghasilan istri. Tetapi juga harus diingat bahwa penghasilan istri tidak menjadi hak suami. Bagi sang istri, boleh memebrikan hartanya kepada suami, bisa sebagai sedekah. Artinya kedua belah pihak saling menghormati, insya Allah rejeki yang diraih akan semakin berkah.

Walaupun demikian, karena hidup bersama dengan rasa sayang dan cinta, masa istri tidak bisa memperlihatkan penghasilannya. Suami bukannya ingin meminta, hanya sekedar tahu. Kan tidak baik juga seandainya meninggalkan anak-anak dirumah untuk mendapatkan penghasilan, namun hasilnya sisa-sia, buruk efeknya buat anak-anak.

Dengan adanya saling rasa percaya, maka hidup dan kehidupan rumah tangga tetap berjalan dengan indah. Suami mengetahui haknya, sang istri juga menghargai sang suami. Namun tetap saya katakan lagi bahwa tidak ada kewajiban istri memperlihatkan penghasilan kepada suami. Namun jika yang ditanyakan boleh atau tidak, itu boleh, tergantung izin dari sang istri.

Hayoo anda ingin yang bagaiamana?...

Tetap saling menyayangi, menghormati dan mengasihi. Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang bertaqwa. Amien...

13 komentar:

  1. Menurut saya sih ini hanya masalah keterbukaan dan kejujuran...
    Lucu juga kalau suami tidak mengetahui penghasilan istri, coba bila sebaliknya yang terjadi dan melihatnya dari sisi arti sebuah kejujuran , keterbukaan dll.... :)

    BalasHapus
  2. Ya setiap sudut pandang dan persepsi selalu berbeda-beda...

    BalasHapus
  3. apa ada dasar hukumnya bahwa penghasilan istri dalam islam yang bekerja atas ridha suami merupakan sepenuhnya hak istri? terima kasih.....semoga ada jawabannya. Kami juga masih mencari jawaban yang absolut (berdasarkan Al Quran dan Al Hadist (sahih)) mengenai perkara tersebut. Cahyo dan Lelly

    BalasHapus
  4. Untuk Mas Cahyo dan Mba Lelly. Maaf soal itu ya... coba anda lihat penjelasannya di:
    http://www.almanhaj.or.id/content/1777/slash/0
    Semoga anda bisa menemukan jawabannya.

    BalasHapus
  5. msh banyak ketidak fahaman saya ttg implementasi hubungannya dg penghasilan istri.
    istri yg bekerja pastinya menggunakan waktunya sbg seorg istri dr seorg suami, utk bekerja yg hasilnya adlh mjd hartanya sendiri, ini baru dilihat dari awal kejadiannya.
    selanjutnya bagaimana penggunaan harta milik istri yg didpt dr hasil bekerja yg notabene mempergunakan waktunya sbg seorg istri dr seorg suami, apakah hrs seijin suami..? atau cukup dengan sepengetahuan suami saja?
    mungkin ada yg bisa membantu, digunakan utk apa saja harta istri yg didpt dr bekerja yg menggunakan waktungya sebagai istri dr seorg suami?

    BalasHapus
  6. Sangat perlu karena dalam berumahtangga harus transparan dan perlu juga suami mengetahui sedetail pekerjaan istri sehari-hari.

    BalasHapus
  7. Webset yang bagus gan ...
    trimakasih atas infonya =D

    BalasHapus

Berkomentarlah untuk memberikan pendapat yang bisa digunakan untuk membangun blog ini menjadi lebih baik.

Jangan Tinggal link hidup di dalam komentar!!! nanti akan oyomatis terhapus komennya yang muncul adalah peringatan.

Follow Us on Twitter

Follow Hennyon Google+