Tips Pernikahan: Meyakinkan Diri Bahwa Dia Pilihanku

tips pernikahan

Inilah hal yang begitu sulit untuk dilakukan, sebenarnya dari saat perkenalan saya tidak yakin bahwa dia (suami saya; ayah dari si Rizi) akan memilih saya. Dari proses ta’aruf yang kami lakukan insya Allah sudah semua hal yang kami tanyakan, termasuk semua kelebihan dan kekurangan yang kami miliki.

Pertanyaan ini sudah sering kami dapatkan dari teman-teman suami, terutama yang memang masih ragu dengan jalan yang kami pilih. Kamipun bingung menjawabnya, YAKIN atau TIDAK YAKIN adalah masalah hati, jika sudah menyangkut masalah hati hanya Allah yang mengetahui. Tetapi Allah sudah memberi jalan, tinggal kita bagaiamana menjalankannya.

Jika diingat-ingat kamipun tidak menyangka, Ketika sudah menikah, ternyata itu juga menjadi hal yang sama buat suami saya (begitu ceritanya; pan udah nikah jadi boleh dong cerita-cerita). Hal yang serupapun kami lakukan untuk mencari jawaban dari-Nya (Allah Swt).

Masa perkenalan kami hampir singkat (36 hari). Setelah itu suami menyatakan ingin menikah dengan saya (tepat hari ke 36). Keputusan itu dilakukan hanya dengan 2 kali pertemuan antara dia dan orang tua saya serta saya dengan orang tua suami saya.

2 minggu berikutnya suami memberanikan diri mengutarakan maksudnya untuk menikah dengan saya kepada orang tua saya. Akhirnya diputuskan 3 minggu berikutnya dilakukan khitbah (lamaran) dan waktu pernikahan 3 bulan berikutnya.

Apakah saya sudah tenang dan yakin bahwa dia menjadi pilihan saya? Ternyata belum. Selama proses perkenalan sampai ke pernikahan, pertanyaan itu selalu ada, bahkan menjelang akad nikah. Banyak saran dari teman-teman saya lakukan untuk meyakinkan diri, dari sholat malam, istikharah, qiraat, dan sedekah.

Suami saya pun melakukan hal yang sama. Suami saya berkata kepada saya:”sebenarnya jika niat kita benar insya Allah akan diberikan jalan”. Tiga minggu terakhir, menjelang pernikahan, perasaan bahagia selalu muncul dan rasa bahagia akan menikah menjadi keyakinan bahwa saya adalah pilihannya.

Akhirnya kami berdua menyadari bahwa memohon kepada-Nya adalah jalan terbaik untuk mendapatkan jawaban. Walaupun saya tidak berani menyarankan kepada anda semua untuk mengikuti cara kami. Kami hanya mengabarkan bahwa Akhirnya kami sampai ke tahap ini dengan jalan Ta’aruf. Apakah kami menyesal dengan yang kami ketahui setelah menikah; Alhamdulillah tidak.

Nah, bagi anda yang ingin melakukan proses ini dengan jalan yang islami dan di ridhoi Allah (Insya Allah), percayalah bahwa Allah itu ada, taatlah insya Allah kita akan ditolongnya. Semoga kebaikan bersama kita dan Allah memberikan barokah-Nya. Amien.

Komentar

  1. Subhanallah cerita yang menggugah,,syukur alhamdulillah kebahagiaan telah hadir ditengah2 keluarga mba...
    jujur saat ini saya sedang bimbang dengan proses ta'aruf saya,,
    kedua orang tua sedikit berat dengan kondisi calon, tapi tetap memberikan kebebasan pada saya untuk memilih
    dan sampai saat ini saya masih berusaha mencari kemantapan (sudah 1bulan dari sejak awal pertemuan),, keraguan sy muncul karena keluarga ikhwan yang terlalu jauh tidak dapat ditemui..saya merasa tidak bisa mengenalnya seutuhnya,,
    apakah alasan saya ini benar,, atau hanya sebuah kekhawatiran yang berlebihan..?
    mohon maaf sebelumnya jika kurang berkenan,,

    BalasHapus
  2. Ingin bertaaruf seperti ini tapi bagaimana caranya mba?

    BalasHapus
  3. Obat Herbal Alami Wasir Aman Dan Ampuh Atasi Wasir Secara Tuntas Dan Cepat

    BalasHapus

Posting Komentar

PERHATIAN !!!!

Berkomentarlah sesuai dengan artikel yang dibaca.

Berkomentarlah untuk memberikan pendapat yang bisa digunakan untuk membangun blog ini menjadi lebih baik.

Jangan Tinggal link hidup di dalam komentar!!!

Jangan promo barang (jika referensi pengetahuan silahkan), berbau judi dan sara.