Melepas Orang Tua Pergi Haji

Musim Haji tahun ini ada yang berbeda. Alhamdulillah orang tua dari suami saya berangkat haji pada tahun ini. Kebetulan kemarin pagi tepatnya tanggal 19 November 2009 orang tua berangkat dari Kota Samarinda pukul 03:00 dini hari menuju Bandara Sepinggan Balikpapan. Alhamdulillah kami bertemu.

Abi dan Rizi, mengantar HajiSuasana di bandara sepinggan cukup ramai saat itu. Ada 4 rombongan bis dari group Tour & Travel yang orang tua kami ikuti. Jika satu bis berisi 50 jamaah, maka kemungkinan ada sekitar 200an jamaah pada saat itu. Semua jamaah adalah peserta ONH Plus dari tour & travel yang diikuti. Mengingat untuk usia orang tua kami yang sekarang, ada baiknya jika kami memilih pogram tesebut.

Pada saat pertemuan untuk melepas pergi hajinya orang tua, tak banyak yang bisa diungkapkan. Hanya harapan dan do’a yang terus terucap di dalam hati; “ Semoga semua dilancarkan, dimudahkan segala urusannya. Insya Allah menjadi haji yang mabrur pada saat kembali ke tanah air. Insya Allah kami sebagai anak-anaknya bisa menyusul pada tahun-tahun berikutnya. Amien….”

Raut wajah gembira, senang dan bahagia terpancar dari wajah orang tua kami dan juga di wajah para jamaah haji yang lain yang datang bersama pada saat itu. Sambil menggendong si kecil Rizi, Ummi bercengkerama dan bercerita bersama. Bergantian dengan Abi juga ingin menggendong si kecil Rizi. Semua sambil menunggu waktu bording pass di bandara. Karena memang si kecil Rizi jarang sekali bertemu dengan Mbahnya, kebetulan mbah tinggal di Samarinda dan Kami di Balikpapan.

Akhirnya waktu bording pass sudah tiba. Setiap jamaah dipanggil satu persatu oleh ketua regu masing-masing untuk dikumpulkan bersama. Tidak ketinggalan orang tua kami. Akhirnya waktu perpisahan tiba. Salam cium tangan menjadi tanda waktu untuk memulai berangkat menuju Rumah Allah telah tiba.

“Labbaika Allaahumma Labbaik. Labbaika Laa Syariikalaka Labbaik. Innalhamda Wanni’mata Laka Walmulka Laa Syariikalak” – “Aku datang memenuhi panggilan-Mu yaa Allah, aku datang memnuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, yaa Allah aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji dan nikmat adalah milik-Mu semata-mata. Segenap kekuasaan milik-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu.” (HR. Bukhari).

Selamat jalan Abi Selamat jalan Umi. Insya Allah kami juga akan menyusul di masa yang akan datang Amien…

Komentar

  1. selamat ya..semoga orang tuanya menjadi haji yang mabrur.

    BalasHapus
  2. Obat Herbal Alami Wasir Aman Dan Ampuh Atasi Wasir Secara Tuntas Dan Cepat

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus

Posting Komentar

PERHATIAN !!!!

Berkomentarlah sesuai dengan artikel yang dibaca.

Berkomentarlah untuk memberikan pendapat yang bisa digunakan untuk membangun blog ini menjadi lebih baik.

Jangan Tinggal link hidup di dalam komentar!!!

Jangan promo barang (jika referensi pengetahuan silahkan), berbau judi dan sara.