Riba Bunga Bank & Majelis Ulama Indonesia (2)

Majelis Ulama Indonesia dan Bunga Bank

Sesungguhnya bahwa bunga bank adalah riba tidak ada keraguan, karena telah di fatwakan oleh majelis ulama sedunia yang tergabung sikap Negara OKI (Organisasi Konperensi Islam) tahun 1970. Indonesia adalah salah satu anggota Negara OKI. Selama ini keputusan OKI tersebut tidak dikomunikasikan media massa di Indonesia. Kini orang Islam di Indonesia ingin tahu bagaimana sikap MUI bertalian dengan riba dan bunga bank.

bunga bank, riba, haram, MUI, negative spread, fluktuasi bunga, profitSikap MUI mengenai bunga bank juga sudah jelas: bunga bank haram, a.l. terlihat sebagai berikut:

MUI telah mendirikan Bank Syariah (Bank Muamalat) sebagai upaya menggantikan bank konvensional yang diyakini berpraktek riba.

Ketua MUI, KH.Hasan Basri (Alm) dalam sambutan pembukaan kantor Bank Muamalat Indonesia (BMI) di Kompl. Dewan Dakwah Indonesia Jakarta tanggal 12 Januari 1998, menfatwakan “Kalau sudah ada Bank Syariah, sudah tidak ada lagi darurat (menggunakan bank konvensional) dan bank lain itu haram (sumber dokumen HUMAS BMI).

Dalam rangka menunjang pelaksanaan UU No. 10 Tahun 1998 tentang perbankan, KH. Ali yafi, Ketua MUI duduk sebagai Ketua “Komite Ahli Pengembangan Bank Syariah” di Bank Indonesia.

KH. Didin Hafiduddin, MS. Anggota Dewan Syariah MUI, menyatakan bahwa bunga bank termasuk riba yang diharamkan.

Sesungguhnya seperti yang sering telah dikemukakan, bunga bank termasuk ke dalam kategori riba yang diharamkan. Tidak ada perbedaan pendapat para ulama dalam masalah ini. Bahkan negara-negara anggota OKI pada sidangnya yang kedua bulan Desember 1970 (1390M) di Karachi-Pakistan telah menyepakati dua hal utama:

Bahwa praktek bank dengan system bunga adalah tidak sesuai dengan syariah Islam.

Bahwa perlu segera didirikan bank-bank alternative yang menjalankan operasinya sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

Hasil kesepakatan itulah yang melatarbelakangi didirikannya IDB (Islamic Development Bank)

Tugas kita bersama, adalah mempercepat sosialisasinya dan pendirian bank-bank yang operasinya berlandaskan pada ketentuan Syariah Islamiyah. Apabila dengan adanya Undang-Undang No. 10 Tahun 1998, yang sangat memungkinkan lahirnya bank-bank dengan prinsip Syariah Islamiyah (Republika tanggal 8 Mei 1999). Dengan demikian sudah sangat jelas dan sangat-sangat jelas bahwa bunga pada bank adalah riba.

Pengembangan Bank Syariah
Oleh karena sudah jelas bahwa bunga bank adalah riba dan haram, maka kini saatnya kita beralih membantu pemerintah dan umat mengembangkan bank syariah sebagaimana difasilitasi pemerintah dalam UU No. 10 Tahun 1998. partisipasi semua umat, ulama, dha’i, khatib, para pakar ekonomi moneter perbankan, menjalankan perintah Allah sangat diharapkan.

Bonus Bagi Yang Menempuh Jalan Syariah
Allah tahu isi hati kita, karena Ia sangat dekat dan merekam semua perbuatan kita termasuk isi hati kita (QS. 36:12 jo QS. 50:16-17). Bila seseorang tahu kejelasan larangan, termasuk larangan riba, ia mohon ampun, ia berhenti dan tidak melanjutkan perbuatan sesatnya maka ia termasuk “orang taqwa” (QS. 3:133-135) dan kepadanya diberi pahala di dunia dan di akhirat. Ia diberi jalan keluar menghadapi masalah, diberi rezeki yang tidak disangka-sangka serta diberi kecukupan (QS. At-Thalaq:3-4).

Sumber: Flyer Bank Muamalat Indonesia.

Artikel Terkait

Henny Faridah adalah sebuah blog pribadi yang berisi artikel tentang wanita dan hal hal lain yang berhubungan dengan wanita (perempuan) seperti jika wanita bercerita tentang Anak, Keluarga, Pendidikan, Keuangan, Resep Masakan, Kesehatan dan lainnya. Sesuai dengan namanya juuga jika blog ini identik dengan wanita. Sebenarnya blog ini adalah milik Budi Mulyono sengaja membuat blog wanita dengan nama istrinya Henny Faridah Murniaty Harahap dengan domain yang disingkat menjadi HennyFaridah.