Riba Bunga Bank & Majelis Ulama Indonesia (3-Habis)

Bank Indonesia dan Bank Syariah.
Sebagai wujud dan komitmen pemerintah, kini Bank Indonesia telah membentuk satuan kerja Komite Kerja Pengembangan Bank Syariah yang dilengkapi dengan pakar perbankan dan Komite Ahli Pengembangan Perbankan yang dipimpin oleh KH. Ali Yafie, Ketua MUI. Mungkin disusul dengan kekuatan lain seperti Klub Bank Syariah di Internet, Islamic Banker Club, Himpunan para pensiunan bank dan kelompok lain yang ingin berpartisipasi.

riba, bunga bank, bank syariah, bank muamalat, bank mandiri, MUI, halal, shareBank Muamalat Indonesia Tidak Sendiri Lagi.
Alhamdulillah sudah banyak bank yang membuka Bank Syariah seperti Bank Susila Bakti, Bank IFI, Bank Mandiri, BRI, Bank Mestika, Bank Niaga, Bank Danamon, BPD dan lain-lain.

Keunggulan Bank Syariah
Para pakar perlu mengkaji pengembangan Bank Syariah supaya lebih unggul. Selanjutnya menjelaskan kepada umat apa keunggulan Bank Syariah dan apa yang mudharat yang ada pada bank dengan system riba. Dengan demikian umat lebih yakin kenapa Allah marah betul dengan system riba.

Keunggulan Bank Syariah antara lain:
Pada bank dengan system bunga terdapat saling membunuh antara bank dan nasabah. Bank mematikan usaha nasabahnya. Dalam pemberian kredit bank dapat menetapkan secara sepihak kenaikan tingkat suku bunga yang dikenal dengan floating rate dan adanya bunga berbunga atau compound interest karena beban nasabah sangat berat maka nasabah jadi sakit dan mati. Selain usaha nasabah yang berhenti yang mengakibatkan PHK dan Stress bagi pemilik, kenaikan suku bunga juga dapat menambah tingginya harga barang (cost push inflation).

Pada Bank Syariah tidak ada pembunuhan dengan floating rate atau compound interest, bahkan debitur berusaha dengan sangat tenang, karena beban biaya modal adalah tetap dan tidak terpengaruh fluktuasi tingkat bunga.

Bank dibuat mati oleh nasabahnya sendiri. Pada saat bank sakit karena kekurangan likuiditas. Bank yang kondisinya kepepet terpaksa menerima, dan tidak bisa menghindar dari tingkat bunga yang tinggi, bank terpaksa mengalami negative spread yaitu membayar bunga deposito lebih tinggi dari penerimaan bunga kredit yang diberikannya.

Tekanan likuiditas karena perang bunga dan ancaman kerugian negative spread mengakibatkan banyak bank yang sudah ditutup. Bank mati berarti bencana bagi pengurus bank, PHK karyawan, hilangnya uang nasabah dan kacaunya perekonomian seperti sekarang ini. Bagi bank yang direkapitalisasi, pemerintah harus mengeluarkan obligasi yang dijamin oleh pemerintah dimana kita ketahui jaminan tersebut menjadi beban rakyat.

Kondisi tersebut tidak akan terjadi pada Bank Syariah, karena tidak ada perang bunga (karena hasil simpanan baru diketahui belakangan) dan tidak ada negatif spread (karena nisbah diberikan setelah ada hasil). Masihkan kita ragu terhadap system perbankan syariah? Jawabannya terpulang kepada hati nurani kita semua. Semoga kita selalu dalam bimbinganNya. Amien.

Sumber: Flyer Bank Muamalat Indonesia.

Komentar

  1. memang bagus ada yg memulai praktek syariah dalam bank...tp mari dikroscek bersama lagi sejauh mana itu benar2 menerapkan syariah :D

    BalasHapus
  2. Itu lebih baik,,, Untuk pengawasan mari serahkan kepada Pihak yang berwenang. MUI salah satunya... Semoga Allah tetap melindungi kita...

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus

Posting Komentar

PERHATIAN !!!!

Berkomentarlah sesuai dengan artikel yang dibaca.

Berkomentarlah untuk memberikan pendapat yang bisa digunakan untuk membangun blog ini menjadi lebih baik.

Jangan Tinggal link hidup di dalam komentar!!!

Jangan promo barang (jika referensi pengetahuan silahkan), berbau judi dan sara.