Kewajiban atas PerintahNya adalah Panggilan

Kalimat ini yang selalu ditekankan oleh suami saya kepada adik-adiknya dan juga orang tua. Kalimat ini sepertinya sebuah penafsiran yang seharusnya dilakukan oleh umat. Namun sayang hanya untuk kebebasan bisa disalah tafsirkan. Bahkan dibedakan antara Kewajiban atas PerintahNya dengan Panggilan.

Melalui tulisan ini mari kita renungkan bersama, apakah yang kita pikirkan selama ini – yang kita katakana selama ini – dan yang kita lakukan selama ini adalah berdasarkan perintah atau panggilan.

Tentunya kita pernah mendengar percakapan antar teman, sahabat, tetangga dan handai taulan yang mungkin sedang santai sambil berbincang di berbagai kesempatan. Apakah anda pernah memiliki kenalan orang yang terbilang mampu, khusunya untuk menunaikan ibadah haji denga hartanya, namun ketika ditanya “koq belum – atau - kapan akan berangkat haji? Tidak sedikit tentunya yang menjawab “belum ada panggilan”. Jika iya mari kita lanjutkan. Kalo tidak ya tidak apa-apa dilanjutkan.

Bagi yang meyakini agama Islam adalah agamanya tentunya sudah memiliki komitmen untuk melaksanakan perintah-Nya dengan segala kemampuan yang diberikan oleh Allah SWT. Artinya kita memiliki kewajiban dan harus melaksanakan, karena kewajiban sudah berarti panggilan. Atau bisa dikatakan perintah harus dilaksanakan tanpa harus menunggu panggilan. Bener gak ya? Silahkan anda pikirkan.

Anda saja kita seorang OB. Salah satu kewajiban kita adalah membersihkan suatu ruangan kerja. Apakah kita akan menunggu panggilan dari atasan untuk mengerjakannya bila sudah ada perintah dari atasan? Silahkan jawab sendiri ya…

Begitu juga dengan ibadah yang sudah diperintahkan dan berbagai kewajiban yang sudah diperitahkan jika kita mampu sesuai dengan batas yang diberikan oleh Allah Swt. Seandainya ada udzur pun telah diberikan ketentuan yang jelas. Silahkan direnungkan ya???

Komentar

  1. Sama-sama... hanya memberikan opini dan pendapat...

    BalasHapus
  2. assalamualaikum.

    perintah adalah pengwajiban. maksudnya amalan yang diperintahkan maka hukumnya wajib dilaksanakan selama tidak ada dalil yang memalingkannya dari pengwajiban tersebut. dan amalan yang wajib harus segera dilaksanakan sesuai kemampuan pada asal hukumnya.

    BalasHapus
  3. jazakillah kher atas artikelnya.

    hukum asli pada ibadah adalah haram, sampai ada dalil yang memerintahkannya. dan perintah menandakan bahwa amalan tersebut wajib dilakukan dengan segera sesuai kemampuan.

    Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :
    فَإِذَا نَهَيْتُكُمْ عَنْ شَيْءٍ فَاجْتَنِبُوهُ، وَإِذَا أَمَرْتُكُمْ بِأَمْرٍ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ

    artinya : "dan jika aku larang atas kamu maka jauhilah, dan jika aku perintahkan kepadamu akan suatu maka lakukanlah sesuai kemampuanmu."

    Allahu a'lam

    BalasHapus
  4. Hapia Mesir: Benar sekali ya sohib.

    Artikel Islami: Ini dia komentar yang selalu membuat saya tetap semangat.

    Terima kasih telah berkunjung. Semoga ini menjadi silaturahmi yang bertujuan saling mengingatkan.

    BalasHapus
  5. Terima kasih untuk Hapia Mesir dan Artikel Islami telah berkunjung ke blog sederhana ini. Semoga silaturahmi ini bisa menjadi silaturahmi yang baik untuk saling mengingatkan.

    BalasHapus
  6. Obat Herbal Alami Wasir Aman Dan Ampuh Atasi Wasir Secara Tuntas Dan Cepat

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus

Posting Komentar

PERHATIAN !!!!

Berkomentarlah sesuai dengan artikel yang dibaca.

Berkomentarlah untuk memberikan pendapat yang bisa digunakan untuk membangun blog ini menjadi lebih baik.

Jangan Tinggal link hidup di dalam komentar!!!

Jangan promo barang (jika referensi pengetahuan silahkan), berbau judi dan sara.