Merawat Kulit Bayi Terkena Air Susu Ibu

Bagi ibu-ibu muda mungkin banyak yang belum mengetahui hal ini. Air Susu Ibu (ASI) bisa menjadi senjata makan tuan bagi kulit bayi kita terutama kulit diwajah dan sekitar daerah mulut.

ASI (Air Susu Ibu), Kulit Bayi, KesehatanWah wah ngeri juga ya. Bagi yang belum mengetahui memang iya. Bagi calon ibu ibu muda yang akan memiliki buah hati untuk pertama kali bisa kaget. Sama seperti saya dulu. Makanya saya katakana ASI bisa menjadi senjata makan tuan. Kalo orang tua bilang ASI jahat sama kulit bayi lho…

Kulit bayi sangat sensitive dan masih halus, lapisan masih tipis dan lebih dingin. Bila terkena air susu ibu ( ASI ) yang bisa dibilang lebih hangat atau lebih panas, biasanya akan timbul bintik merah seperti digigit nyamuk, seperti bintil merah atau pun jerawat kecil yang belum matang jaringan lemaknya. Ini hal biasa, sudah banyak ibu ibu yang mengalaminya.

Beberapa faktor penyebab bisa terjadi seperti ibu yang memiliki riwayat alergi sehingga kemungkinan besar bayipun bisa memiliki alergi. Kemudian pola makan atau bahan makanan yang dimakan si ibu sehingga menyebabkan menjadi bahan alergen pada kulit bayi. Sebenarnya ASI sangat bermanfaat untuk bayi, bahkan bisa menjadi obat oles pada kulit, namun jika faktor alergi yang tidak bisa kita ketahui pada bayi, maka sebaiknya dihindari atau dicegah.

Untuk pencegahan bisa dilakukan dengan tissue basah. Setiap menyusui si kecil sebaiknya juga disiapkan tissue atau kapas dan juga air untuk membasahi tissue atau kapasnya. Jika kulit bayi ada yang terkena segera usap dengan tissue atau kapas yang telah dibasahi dengan air bersih.

Untuk perawatan bisa dilakukan dengan cairan lactasyd, yaitu cairan yang dignakan untuk khusus perawatan kulit sensitive. Setiap pagi bisa dioleskan lactasyd ke bagian kulit yang berbintil merah seperti jerawat dan seluruh bagian wajah. Biasanya esok hari atau lusa sudah hilang. Jika tidak hilang selama satu minggu lebih sebaiknya dibawa ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Catatan penting! bahwa jika hingga seminggu sering muncul dan tidak hilang-hilang, maka ini bisa menjadi pertanda bahwa bayi memiliki alergi terhadap alergen dari lingkungan dan makanan. Pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah bayi memiliki alergiatau tidak. Biasanya anak bisa melakukan test alergi pada usia 9 bulan hingga satu tahun. cara termudah adalah dengan test alergi kulit atau skin testing for skin allergy. Jika sudah mengetahui maka akan lebih mudah mengetahuinya. Bintik merah saat terkena ASI bisa menjadi slaah satu alasan awal jika anak bisa saja terkena alergi.

Semoga bermnafaat, Happy Blogging

yang mungkin sobat juga suka

4 komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Obat Herbal Alami Wasir Aman Dan Ampuh Atasi Wasir Secara Tuntas Dan Cepat

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus

PERHATIAN !!!!

Berkomentarlah sesuai dengan artikel yang dibaca.

Berkomentarlah untuk memberikan pendapat yang bisa digunakan untuk membangun blog ini menjadi lebih baik.

Jangan Tinggal link hidup di dalam komentar!!!

Jangan promo barang (jika referensi pengetahuan silahkan), berbau judi dan sara.