Jika Akhirnya Harus Ke Dokter Gigi

Mungkin bagi sebagian orang pergi ke dokter gigi adalah hal yang sangat menakutkan. Begitu juga dengan suami saya. Karena takutnya pergi ke dokter gigi, di rumah suami saya mungkin yang paling rajin untuk urusan memelihara gigi.

kesehatan gigi, dokter gigi, kesehatan mulutNamun apa di nanya, hari ini akhirnya suami saya juga harus (dengan mau tidak mau) pergi ke dokter gigi. Padahal suami saya begitua bangganya bila bicara masalah gigi, karena begitu comelnya sering meledek teman-temannya yang pergi ke dokter gigi. Hari ini kena batunya, hahaha timpal saya (sambil tersenyum). (Walaupun bukan karena gigi berlubang ataupun tidak sehat).

Sebenarnya bukan karena masalah gigi tidak sehat ataupun gigi berlubang. (Feed bak = cerita mundur) Sudah dua minggu terakhir ini suami saya sering mengeluh di bagian belakang mulutnya sering nyeri. Segala usaha dicoba, salah satunya dengan minum Vitamin C dan tidak mempan juga (karena dipikir sariawan). Kemudian beli obat kumur (karena melihat iklan di TV) enaknya hanya setelah sikat gigi dan juga tidak tahan dengan rasa obat kumurnya. Sampai akhirnya tadi malam sampai ke puncaknya menahan rasa sakit yang tidak tertahankan. Dan akhirnya.....

Sebenarnya saya tidak melihat langsung proses suami bisa sampai ke dokter gigi. Namun... Apabila saya ikut menemani ke dokter gigi, bisa-bisa akan saya tertawakan selama proses pencabutan giginya. Karena mendengar suami cerita kronologis di dokter gigi saja saya sudah terpingkal-pingkal. Suami saya baru sadar bahwa gigi di cabut di dokter gigi ternyata tidak ada rasanya, tau tau sudah tercabut aja.

Dari hasil pemeriksaan dokter gigi, keadaan gigi suami sebenarnya masih dalam keadaan sehat dan lengkap. Namun.. ada satu gigi yang letak pertumbuhannya tidak baik. Gigi yang dimaksud oleh dokter gigi tersebut adalah gigi geraham bungsu. Letak pertumbuhan gigi bungsu yang menyamping menyebabkan dinding mulut terluka, luka tersebut yang selama ini dianggap sariawan. Namun apa bila gigi tersebut tidak tumbuh miring, maka pertumbuhannya akan menyebabkan gangguan kepada gigi yang lain.
Sehingga dokter menyarankan untuk segera di cabut saja, dari pada menimbulkan rasa sakit yang lebih lama.

Selain cerita dari suami, ada pengalaman lain dari teman saya, hampir sama sama suami, namun... karena lama tidak di tindak lanjuti, menyebabkan teman saya harus menjalani operasi gigi.

Walaupun begitu, ternyata suami saya masih bangga dengan keadaan giginya. Karena dia pergi ke dokter gigi bukan karena giginya bolong atau keropos (sambil menunjukkan hasil rontgennya kepada saya. Jadi... Sebenarnya pemeriksaan gigi itu bukan hanya pada saat gigi kita butuh di cabut ataupun ditambal. Selamat Berkunjung ke dokter gigi...

Artikel Terkait

Henny Faridah adalah sebuah blog pribadi yang berisi artikel tentang wanita dan hal hal lain yang berhubungan dengan wanita (perempuan) seperti jika wanita bercerita tentang Anak, Keluarga, Pendidikan, Keuangan, Resep Masakan, Kesehatan dan lainnya. Sesuai dengan namanya juuga jika blog ini identik dengan wanita. Sebenarnya blog ini adalah milik Budi Mulyono sengaja membuat blog wanita dengan nama istrinya Henny Faridah Murniaty Harahap dengan domain yang disingkat menjadi HennyFaridah.

10 komentar

komentar
Selasa, 12 Januari 2010 23.56.00 GMT+8 delete

oh..
pantes ngilu ya..karena ada yg nyeleneh sedikit...
hmmm..
seharusnya tiap 6 bulan sekali ke dokter gigi..

Reply
avatar
Rabu, 13 Januari 2010 04.56.00 GMT+8 delete

Terima kasih atas kunjungan ngupingers dan mas wahyu. Ya begitu seh ceritanya.. hehehe

Reply
avatar
Rabu, 13 Januari 2010 05.31.00 GMT+8 delete

wew.., seumur umur belum pernah ke dokter gigi nie....

Reply
avatar
Rabu, 13 Januari 2010 05.34.00 GMT+8 delete

jadi harus rajin periksa ke dokter gigi nie....

Reply
avatar
Rabu, 13 Januari 2010 10.31.00 GMT+8 delete

Alief dan Pelintas Batas: Intinya ke dokter gigi bukan hanya untuk berobat, tetapi juga pemeriksaan bila ada hal-hal yang ganjil....

Reply
avatar
Kamis, 14 Januari 2010 18.23.00 GMT+8 delete

Salam Takzim
Kalau saya ke dokter gigi paling ga berani, soalnya ngeliat alat alatnya hiiiiii serem
Salam Takzim Batavusqu

Reply
avatar
Kamis, 14 Januari 2010 21.35.00 GMT+8 delete

Coba aja dulu... suami juga begitu, ternyata alat-alatnya kecil-kecil aja koq dan tidak menyeramkan.

Reply
avatar
Kamis, 18 November 2010 16.53.00 GMT+8 delete

Wah, saya bersyukur sekali hingga saat ini belum pernah sakit gigi atau apapun itu yang mengharuskan saya ke dokter gigi... :)
Tapi,... saya jarang kontrol gigi nih...

Reply
avatar
Jumat, 19 November 2010 06.53.00 GMT+8 delete

@Asop >>> Yah yang penting bila ada sakit sedikit segera aja,,, takutnya ada yang nyeleneh seperti ayahnya....

Reply
avatar