Smart Parenting: Anak Kita, Meminta atau Memberi?

Seminar parenting, pendidikan anak

Beberapa waktu yang lalu saya mengikuti kegiatan seminar Parenting di Sekolah tempat saya bekerja. Kegiatan yang diikuti oleh Komite Sekolah yang tediri dari para Orang Tua Murid dan juga beberapa rekan pengajar.

Acara cukup banyak memberikan wawasan baru bagi para orang tua untuk menyikapi beberpa tindakan guru terhadap anak mereka dan juga bagaimana menyikapi perilaku anak sesampai di sekolah. Satu hal yang pasti, kita tidak bisa lepas tangan begitu saja terhadap permasalahan anak kepada gurunya.

Selain itu ada satu hal yang begitu saya pikirkan secara mendalam dan selalu terngiang-ngiang denga sebuah cerita nara sumber yang ada. Satu pertanyaan muncul “Apakah anak kita itu lebih banyak meminta ataukah lebih banyak memberi?” Mungkin sebuah pertanyaan yang susah susah gampang untuk di jawab.

Ada seorang laki-laki paruhbaya dengan semangat pasti menjawab” Tentu saja lebih banyak meminta, sudah jelas koq, namanya juga anak-anak”.

Disambung lagi dengan pertanyaan singkat oleh nara sumber “ apakah bapak yakin dengan jawaban itu?”

Dijawab lagi oleh laki-laki tersebut “ Sebenarnya sih tidak juga, soalnya anak-anak kita pastinya akan meminta sesuatu kepada kita, iya tho?”

“Apakah hadirin yang lain ada yang ingin memberikan komentar atau tanggapan yang lain?” Pertanyaan kembali muncul dari nara sumber kepada para peserta yang cukup serius namun tetap santai dan tersenyum menyimak setiap kondisi yang terjadi. Namun tidak ada jawaban.

Kembali kepada bapak paruh baya, nara sumber memberikan gambaran” Sebenarnya secara fisik memang benar apa yang dikatakan oleh bapak. Namun jika pandangan itu begitu kuat, saya coba ganti. Saya belikan mainan untuk anak bapak dan uang jajan, uang sekolah serta uang makannya untuk 20 tahun kedepan saya berikan kepada bapak dengan catatan anak bapak saya bawa dan tidak kembali kepada bapak, bagaimana? Apakah bapak mau?”

“Tentu saja tidak seperti itu pak?” jawab bapak peserta tersebut.

“Ini menandakan, atau bisa dibilang bahwa anak kita telah banyak memberikan warna kehidupan dan kebahagiaan kepada kita, setiap detik, setiap menit dan setiap waktu. Apakah kita berani mengatakan bahwa anak kita lebih banyak meminta daripada memberi. Tanpa kita sadari, kitalah yang telah banyak diberi. Bukan harus materi lho ya.” Jawab nara sumber.

Dari kejadian yang telah diceritakan di atas. Saya sempat berpikir, apakah selama ini saya berpikir seperti itu? Akhirnya sampai saat ini saya tetap mencoba untuk menghilangkan pikiran tersebut sambil berjalannya waktu. Buan lari dari kenyataan dan tanggung jawab. Hanya ingin meninggalkan yang jelek dan memulai yang baru dengan baik.

Komentar

  1. Dua jawaban di atas ada benarnya juga..
    Meminta : ini kebanyakkan yang bisa secara langsung dirasakan hanya dari satu sisi saja ( materi )
    Memberi : rasa karsa dan cipta ( tidak memandang hanya dari salah satu sisi saja )

    BalasHapus
  2. mmm, memberi bukan sekedar materi .. itulah yg bisa membuat warna hidup kita :)

    BalasHapus
  3. bidan desa: tetap rasa karsa dan cipta yang terbesar menurut saya. senakal apapun kita tidak mau kehilangan anak kita (Kebanyakan). btw terima ksih komennya.

    afwan auliyar: betul sekali mas. keep in touch ya???

    BalasHapus
  4. wahh.. jadi menambah wawasan seputar dunia keluarga nih.. mata hati saya jadi terbuka.. ternyata memang benar adanya, anak itu membrikan warna pada kehidupan kita ( orang tua).
    salam kenal dan sukses.. lanjutkan cerita2 menarik lainnya yah,,,

    BalasHapus
  5. salam,
    menurutku tentu saja anak lebih banyak memberi, kebahagiaan, umpamanya

    BalasHapus
  6. salam kenal...
    anak yang berbakti pasti banyak memberi....

    BalasHapus
  7. Terima kasih mak monda dan cinta, semoga silaturahmi ini tetap terjalin.

    BalasHapus
  8. semoga setiap orang tua mampu bersikap demikian bijak. teutama buat pendidikan. maklum, sering saya dengar orang tua yang berkeluh kesah mengenai pendidikan anaknya. mungkin sudah merasa banyak "Memberi"

    BalasHapus
  9. Terima kasih mas Liudin. Semoga saja demikian. Amien.....

    BalasHapus
  10. Salam Perkenalan,

    Terima kasih di atas perkongsian artikel ini. Ianya sangat2 manfaat kepada saya sekeluarga :)

    Amir Azros
    Admin Blog Panduan Keluarga & Ibubapa

    BalasHapus
  11. terimakasih gan buat informasinya semoga bermanfaat buat kita semua salam kena aja dari aku

    BalasHapus

Posting Komentar

PERHATIAN !!!!

Berkomentarlah sesuai dengan artikel yang dibaca.

Berkomentarlah untuk memberikan pendapat yang bisa digunakan untuk membangun blog ini menjadi lebih baik.

Jangan Tinggal link hidup di dalam komentar!!!

Jangan promo barang (jika referensi pengetahuan silahkan), berbau judi dan sara.