Ilmu Dasar Islam dan Aspek Pembelajarannya

Belajar Islam dan Aspek Pembelajarannya

Cerita Keluarga kali ini coba memberikan pemikiran dan harapan untuk keluarga kami kedepannya. Insya Allah juga buat sobat semua jika ini memang menurut sobat adalah tepat. Hanya sekedar berbagi.

Bagi umat Islam tentunya sudah tahu dong apa itu Islam? Mungkin banyak pemahaman tentang hal itu pada setiap diri manusia. Kami tidak akan membahas hal tersebut, merasa bukan yang berkompeten. Yang jelas buat kami Islam adalah sebuah Din yang memberikan keselamatan.

Kembali kepada Judul Ilmu Dasar Islam dan Aspek Pembelajarannya. Menurut kami ada tiga hal yang harus kami pelajari dalam Islam, yaitu ASA (Aqidah, Syariah, dan Akhlak). Semua ini wajib untuk dipelajari, kelak juga akan kami jarkan kepada anak cucu kami. Jika Timpang salah satu makan akan tidak baik semuanya. Contoh jika belajar Aqidah dan Akhlak tetapi tidak belajar syariah tentunya ibadah menjadi gak bener. Sudah belajar Aqidah dan Syariah tetapi tidak mempelajari Akhlak tentunya baik dalam hubungan kepada Allah tetapi tidak untuk hubungan kepada manusia. Sudah belajar Syariah dan Akhlak tetapi tidak belajar Aqidah tentunya sudah lelah beribadah dan baik kepada sesama makhluk tetapi tetap senang menikmati bacaan ramalan bintang. Oleh sebab itu penerapan ketiga Ilmu ini harus seimbang.

ASPEK PEMBELAJARANNYA

Aqidah. Sebuah ilmu yang lebih dominan kepada keimanan kepada Allah. Aspeknya adalah akal. Akal yang kita gunakan untuk memikirkan ssuatu ciptaan dan penciptanya. Bagaimana mungkin bumi ini tercipta, tentunya ada penciptanya. Dan dalam Islam yang kita yakini adalah Allah SWT.

Akhlak. Sebuah ilmu yang mengatur bagaimana kita berperilaku dan bersikap terhadap sesame manusia ciptaan Allah. Aspeknya adalah hati. Koq hati ya.. Gini aja, kita mencubit orang dengan sangat sakitnya, Tanya kembali kepada diri kita sendiri, apakah kita juga mau jika orang yang kita cubit tadi mencubit kita dengan sangat sakitnya. Dan hal lainnya yang kita lakukan terhadap sesame manusia. Kita gak mau diejek ya jangan mengejek, iyakan???

Syariah. Ilmu yang memberikan aturan-aturan ibadah terhadap Allah dan sesame makhluk ciptaan Allah. Diantaranya tiga ilmu ini, menurut kami Syariah adalah yang paling harus dipelajari. Karena aspeknya tidak ada di akal dan hati, tetapi di aturan Allah yang ada dalam FirmanNya dan Sunnah RasulNya. Kita gak bisa mengatakan alas an sebuah aturan yang ada, karena memang sudah ditetapkan. Allah punya alasan sendiri. Seandainya ada yang bertanya, kentut bagian belakang, kenapa kalo bersuci yang dibasuh kepala tangan dan lainnya. Memang seperti itulah aturannya. Sebagai perbandingan, orang yang sakit dadanya atau kakinya koq yang disuntik pantatnya???....

Ini hanya sebuah pemikiran, apakah sobat juga pernah berpikir seperti ini?

Komentar

  1. Saya dan suami juga berfikir jika nanti Zahia sekolah harus di sekolah yang mengajarkan ilmu2 pengetahuan dan agama dengan seimbang. Kalo bisa mah di sekolah Islam Terpadu, kaya Insan Cendekia kalo di Indonesia

    BalasHapus
  2. akhlak, akidah dan syariah ini, memang sangat penting bagi generasi kita , namun jgn hanya mengharapkan didapat dr sekolah saja.
    sebagai ortu ,kita wajib pula mengajarkan hal ini pd anak2, krn ortu lah yg pertama kali yg dijadikan contoh oleh anak sebelum mereka mengenal 'dunia luar'
    salam

    BalasHapus
  3. uraian singkat dan padat, terima kasih pencerahannya. Kunjungan balik kang. salam min ba'id

    BalasHapus
  4. Pentingnya belajar Islam.. like it..

    BalasHapus
  5. utuk syariah yang kntut pantat ko yang di dasuh mika ? karna manusia prtama maksiat kpda Allah yaitu nabi adam mnghadap buah kholdi dgn mukanya

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus

Posting Komentar

PERHATIAN !!!!

Berkomentarlah sesuai dengan artikel yang dibaca.

Berkomentarlah untuk memberikan pendapat yang bisa digunakan untuk membangun blog ini menjadi lebih baik.

Jangan Tinggal link hidup di dalam komentar!!!

Jangan promo barang (jika referensi pengetahuan silahkan), berbau judi dan sara.