Penanganan Pengobatan Perawatan Alergi

Alergi adalah sebuah reaksi tubuh terhadap kondisi dan segala sesuatu yang ada disekitarnya secara berlebihan diluar normal. Alergi akan timbul bila ada kontak dengan kondisi dan segala sesuatu yang ada disekitarnya. Segala sesuatu tersebut adalah zat-zat atau benda asing yang menimbulkan reaksi. Kondisi dan segala ssuatu yang ada di sekitarnya bisa disebut dengan pencetus atau bisa disebut dengan alergen.

Alergi Kulit
Photo by Pixabay.Com


Faktor Pencetus Alergi.
  • Alergi karena keturunan. Biasanya sebagian besar alergi karena keturunan dengan tingkat yang sangat berbeda. Bila salah satu atau kedua orang tua memiliki alergi, maka kemungkinan besar anak juga akan alergi.
  • Faktor Lingkungan. Alergi karena kondisi lingkungan yang bisa menyebabkan alergi muncul pada seseorang, misalkan dingin, panas, berdebu, makanan, minuman dan obat. Untuk mengetahui jika dirasa dari makanan, maka anda bisa melakukan test alergi, misalkan test alergi dengan skin test allergy. Dengan mengetahui penyebab alergi atau alergen, maka akan lebih mudah dalam perawatan dan penanganan.

Penanganan Alergi
Penangan alergi biasanya dengan mencari tahu faktor penyebab atau pencetus alergi. Biasanya alergi akan diketahui setelah penderita mengalami kondisi atau reaksi berlebih. Dari sini bisa diketahui faktor atau penyebabnya. Hal utama yang dilihat adalah orang tua, apakah orang tua ada yang memiliki alergi, bila iya, maka ada faktor keturunan. Kemudian bisa juga melakukan tes untuk lebih memastikan. Anda bisa melakukan tes di klinik alergi dan imunologi kepada para ahli alergi (Alergist)untuk mengidentifikasi pencetus alergi anda. Ada berbagai macam tes yang bisa dilakukan, diantaranya:
  • Tes kulit,biasanya dilakukan dengan cepat dan memberikan hasil analisis yang mendetail pada jaringan kulit. Metodenya bisa suntik dan tempel.
  • Tes darah (RAST), sebagai tes identifikasi antibodi (lgE) untuk menentukan spesifikasi antigen.
  • Tes-tes yang lain untuk mengurangi alergen dilingkungan sekitar.

Pengobatan Alergi
Secara teori alergi tidak bisa dihilangkan dan pengobatan adalah untuk mengurangi reaksi alerginya saja. Pengobatan dilakukan atau diberikan berdasarkan tingkat alergi yang terjadi. Konsultasi ke dokter dan menganalisa hasil test bisa membantu menentukan jenis pengobatan yang akan diberikan. Namun jika bisa diketahui penyebab alergi sejak kecil akan lebih mudah melakukan terapi agar saat di atas lima tahun sudah tidak alergi lagi. Ini seperti yang kami tuliskan di artikel Merawat Kulit Bayi yang terkena air ASI. Jika tanda alergi sudah diketahui, bisa melakukan test saat usia 9 bulan hingga 1 tahun agar terapi lebih efektif.

Perawatan Alergi
Setelah mengetahui identifikasi pencetus alergi, maka perawatan yang bisa dilakukan adalah menghindari pencetus terhadap penderita alergi. Sebagai contoh anda alergi terhadap ikan, maka jangan makan udang dan makanan yang mengandung udang. Dengan menghindari pencetus alergi, maka penderita alergi akan terhindar dari reaksi alergi. Hal yang semakin digalakkan adalah diet alergi.

Selain itu juga jangan lupa membuat catatan atau rekord atau daftar pencetus anda dalam berbagai kategori, misalkan makanan, obat, kondisi. Jangan pernah menggunakan obat lebih dari 2 minggu karena akan memperparah alergi dan bisa menjadi racun. Patuhi saran dokter untuk tetap menghindari pencetus alergi.

Komentar

  1. wah lengkap ya..
    jdi smwa hrus sesuai dg ketentuan yg ada agar penanganannya tepat dan akan lbih cpat

    BalasHapus
  2. lebih baik mencegah.......
    cuma gatau apa penyebab alergi
    setelah kena alergi, ga bisa dicegah,
    cuma bisa ditangani, obati, dirawat

    BalasHapus
  3. Bagaimana dengan metode penyembuhan hepnoterapi, apakah juga tidak bisa mengobati Alergi..fobia terhadap sesuatu?

    btw; ada kontes kecil berhadiah Domain untuk sahabat-sahabat saya.

    BalasHapus
  4. Aku pernah nyuntik pasien, bukan antibiotik. Eh, tak tahunya alergi juga. Yang awalnya keluhannya biasa saja, malah jadi dirawat inap... :(

    BalasHapus
  5. saya dulu pernah alergi antibiotik, hmmm badan gatal-gatal memerah... jadi gak mau lagi pake antibiotik...

    BalasHapus
  6. Saya juga alergi terhadap salah satu antibiotik, sehingga kalau ke dokter harus mengingatkan agar dokter tidak salah ngasih resep atau suntik. Dulu pernah semaput gara2 alergi belum diketahui.

    BalasHapus
  7. Dulu saya alergi debu dan air. Pokonya kalo kena debu dikit, ato aer lagi jelek, pasti deh langsung kumat gatel2. Alhamdulillah sekarang udah ga seberapa sering kumat :-)

    Thanks infonya

    BalasHapus

Posting Komentar

PERHATIAN !!!!

Berkomentarlah sesuai dengan artikel yang dibaca.

Berkomentarlah untuk memberikan pendapat yang bisa digunakan untuk membangun blog ini menjadi lebih baik.

Jangan Tinggal link hidup di dalam komentar!!!

Jangan promo barang (jika referensi pengetahuan silahkan), berbau judi dan sara.