Keguguran: Tindakan Pencegahan dan Penanganan Pasca Keguguran

Sebelumnya pernah diposting tulisan Keguguran Penyebab dan Tanda-Tandanya. Dalam postingan tersebut ada pertanyaan dari Mama Calvin : "setelah keguguran rahim pulih lagi brapa lama ya?". Nah mungkin pada tulisan kali ini bisa menjawab pertanyaan tersebut. Insya Allah...

Sebelumnya mari kita lihat ancaman jenis-jenis keguguran. Ada beberapa macam jenis keguguran yang dimulai dengan ancaman keguguran hingga berada pada kondisi keguguran sempurna.

Ancaman Keguguran (Abortus Imminens).
Ini biasanya masih berupa ancaman dan harusberhati-hati. Karena itu rutinlah untuk memeriksakan kandungan ke Dokter pada trismester awal agar bisa diketahui ancaman keguguran yang terjadi. Tanda-tanda ancaman keguguran sebagai berikut:
  • Hasil pembuahan (embrio) lepas sebagian, atau terjadi perdarahan di belakang tempat embrio menempel.
  • Embrio masih di dalam rahim dan bertahan hidup, sehingga umumnya bisa diselamatkan.

Abortus insipiens
Pendarahan yang sering terjadi, namun janin tetap berada dalam rahim. Rasa mulas akan terus meningkat lebih sering dan kuat. Tanda-tandanya seperti:
  • Sebagian jaringan embrio sudah turun dan berada di mulut rahim, tapi seluruh embrio masih berada di dalam rahim.
  • Perdarahan pervaginam, dengan kontraksi makin lama makin kuat dan sering, serviks terbuka.
  • Kemungkinan untuk melanjutkan proses kehamilan dan mempertahankan embrio sangat kecil.

Keguguran Tidak Lengkap/Sempurna (Abortus Inkompletus)
Keguguran yang terjadi masih menyisakan jaringan di dalam lahir, sehingga jaringan atau bagian janin tidak keluar semua pada saat pendarahan. Tandanya:
  • Sebagian jaringan embrio sudah terlepas dari dinding rahim, dan biasanya ada sebagian jaringan yang sudah berada di mulut rahim.
  • Apabila perdarahan yang terjadi tidak kunjung berhenti, embrio/janin harus segera dikeluarkan.


Keguguran Lengkap/Sempurna (Abortus kompletus)
Tandanya:
  • Embrio yang sudah berbentuk janin, sudah terlepas sama sekali dari dinding rahim.
  • Biasanya terjadi di awal masa kehamilan, yakni ketika plasenta belum terbentuk.
  • Janin akan keluar dari rahim, baik secara spontan maupun dengan alat bantuan kehamilan.

Tindakan Mencegah Keguguran.

Seperti sudah diketahui bahwa keguguran pastinya ditandai dengan adanya pendarahan. Maka dari itu setiap ibu hamil disarankan, jika mengalami pendarahan sedikit atau banyak harus segera menghubungi dokter agar segera bisa ditangani.

Biasanya dokter akan melakukan usaha pencegahan agar janin tidak keluar. Cara yang dilakukan yang pertama biasanya dengan meminta si calon Ibu melakukan istirahat total (Bed Rest), Agar lebih maksimal juga disetakan obat--obatan. Kemudian juga dilakukan pemeriksaan USG untuk mengetahui / memastikan apakah janin masih ada atau sudah gugur.

Namun bila ada kejadian bahwa janin tidak ada tetapi tanda-tanda kehamilan masih ada (blighted ovum) inilah yang biasanya disebut dengan Abortus Inkompletus. Bila hal ini terjadi maka dokter akan mengambil tindakan kuretase, yaiu pengerokan sisa jaringan dari janin yang masih tersisia di dalam rahim.

Bila disebabkan infeksi, dokter akan mengobati infeksinya lebih dahulu. Jika infeksi sudah dipastikan sembuh, ibu tersebut baru diperbolehkan hamil kembali. Jika keguguran akibat mulut rahim yang lemah, maka pada kehamilan berikutnya akan dilakukan tindakan operasi pengikatan mulut rahim.

Pasca Keguguran
Yang sebaiknya anda lakukan dan perhatikan setelah keguguran :
  • Periksa ke dokter kandungan, sehingga faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya keguguran yang Anda alami dapat diketahui. Sedapat mungkin dihindari agar tidak terjadi keguguran berulang pada kehamilan berikutnya.
  • Perhatikan asupan gizi Anda, khususnya zat-zat gizi yang penting untuk membantu mempersiapkan kehamilan dan membantu proses tumbuh-kembang janin kelak. Misalnya, memenuhi kebutuhan asupan asam folat sebanyak 400 mikrogram setiap hari.
  • Terapkan gaya hidup sehat, misalnya dengan melakukan olahraga secara teratur, dan memenuhi kebutuhan tubuh Anda untuk istirahat (jangan terlalu lelah).

Kapan boleh hamil lagi?

Pertanyaan tentang kapan timing yang tepat untuk hamil lagi memang sering muncul. Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan setiap individu. “Misalnya, kasus keguguran yang dulu itu hamil pertama atau bukan? Penyebabnya apa? Umur Anda sekarang berapa? Kondisi Anda bagaimana? Kalau semuanya normal-normal saja, sekitar 2-3 bulan setelah menstruasi, Anda boleh hamil lagi.

Kondisi seperti apa, sih , yang dianggap tidak normal? Bila kehamilan lalu merupakan hamil anggur. Masalahnya, keguguran akibat hamil anggur berpotensi untuk jadi penyakit trofoblas ganas. Yaitu, semacam tumor dalam rahim yang terbentuk dari jaringan sel-sel bagian luar pada awal terbentuknya janin, dan bisa menyebar sampai ke paru-paru, otak atau hati. Pada kondisi ini, diperlukan treatment sekitar 6 bulan. Kalau tidak ada tanda-tanda keganasan pada trofoblas, barulah Anda boleh hamil lagi.


Tag: kehamilan keguguran janin pasca keguguran hamil abortus aborsi embrio hamil anggur menstruasi abortus imminens abortus insipiens abortus inkompletus abortus kompletus

Komentar

  1. Ooo..gitu ya? ternyata sudah hamilpun masih punya resiko kehilangan janin, kasihan juga. Wuuiih..untungnya Bang Pendi ga bakal ngalamin keguguran, hehe...

    BalasHapus
  2. Huhu ngomong2 soal keguguran, jadi inget tetangga. Udah nanti2 sang buah hati, eh keguguran :(

    BalasHapus
  3. semoga nanti jika udah waktunya.. gag perlu ngalamin yg kek gitu2an kang :(

    BalasHapus
  4. trims infonya sob, jadi gak bingung kalo ngalamin hal seperti ini pd istri

    BalasHapus
  5. thanks ya atas pembahasannya. penasaran aja kok sepupu aku harus nunggu selama 1 thn lebih baru boleh hamil lagi setelah keguguran

    BalasHapus
  6. Keguguran, ada yang menghindari dan ada yang menginginkan

    BalasHapus
  7. Keguguran??? pernah mengalami sekali waktu dulu.. bukan saya,, tapi istri saya... tp alhamdulillah,, cepat teratasi waktu tiu..

    BalasHapus
  8. wah ternyata keguguran ada jenisnya juga yah :)

    BalasHapus
  9. ikut baca-baca untuk menambah wawasan, karena info yang beginian sangat jarang kita dapatkan, kalaupun ada bisanya juga tidak tuntas pembahasannya

    BalasHapus
  10. ikut menyimak sambil menambah pengetahuan... thanks telah berbagi

    BalasHapus
  11. katanya usia kandungan masih muda itu rawan keguguran ya?

    BalasHapus
  12. sangat sedih bila mendengar keguguran gan

    BalasHapus
  13. jadi ngerti neh macam2 keguguran..thanks yah infonya

    BalasHapus
  14. #technual
    @katanya usia kandungan masih muda itu rawan keguguran ya?
    Banyak pendapat mengatakan demikian, bahkan hampir semua orang dan kedokteran mengatakan bahwa usia dibawah 4 bulan adalah usia yang rawan.... jadi harus dijaga.

    BalasHapus
  15. lumayanlah belajar mengenai keguguran

    BalasHapus
  16. gimana caranya tau klo keguguran tu dah bersih ato blon?

    BalasHapus
  17. RSIA YAdika Kebayoran Lama
    Rumah Sakit Ibu & Anak

    BalasHapus

Posting Komentar

PERHATIAN !!!!

Berkomentarlah sesuai dengan artikel yang dibaca.

Berkomentarlah untuk memberikan pendapat yang bisa digunakan untuk membangun blog ini menjadi lebih baik.

Jangan Tinggal link hidup di dalam komentar!!!

Jangan promo barang (jika referensi pengetahuan silahkan), berbau judi dan sara.