Menjaga Keseimbangan Aset untuk Memaksimalkan dan Membuat Kondisi Keuangan Lebih Sehat

Ilustrasi: Dok (123RF)
Aset buat Blog Keluarga adalah segala sesuatu yang memiliki nilai uang dan nilai guna. Aset bisa dimiliki dalam jumlah besar dan jumlah kecil. Namun bukan jaminan bahwa total aset yang besar menunjukkan kondisi keuangan kita sehat. Tidak sehat juga bukan berarti tidak memiliki kekayaan, bisa dibilang pada kondisi tertentu dapat mengambil nilai guna atau manfaat aset tersebut. Nah dalam artikel ini, saya mencoba membagi sebuah aset yang melihat dari nilai manfaat, nilai guna dan nilai uang serta likuidnya sebuah aset.

ASET YANG LIKUID
Aset yang likuid adalah aset yang sebenarnya dalam nilai uang sangat mudah untuk diuangkan, dan tentunya juga sangat baik dari segi nilai serta peningkatan nilai yang dimiliki. Aset yang nilainya terus naik belum tentu likuid. Dari sini saya lebih senang mengatakan bila aset yang likuid adalah aset yang sehat.

Sebenarnya bentuk aset yang likuid bisa banyak kita jadikan pegangan walaupun porsentasinya tidak besar dari jumlah aset yang kita miliki. Sisanya adalah aset yang tidak kita pegang.

Aset yang likuid tentunya adalah uang tunai karena langsung berbentuk uang. Kemudian aset yang bisa dengan mudah untuk diuangkan adalah tabungan. Saya pikir tabungan juga mudah diuangkan. Beralih ke Emas. Emas juga hampir bisa dengan mudah untuk diuangkan. Saat ini ada tempat pegadaian untuk barang emas, atau bahkan bisa langsung menjualnya. Bahkan nilainya cenderung naik. Banyak juga yang bilang Investasi dengan Emas bisa untung nantinya, walaupun saya suka bilang menyimpan emas hanya untuk menaga nilai aset kita tidak turun dimasa mendatang. Intinya bahwa segala sesuatu yang mudah diuangkan adalah aset yang likuid. Namun jika melihat pertumbuhan nilai yang baik, maka emas bisa menjadi pilihan pertama setelah memegang uang tunai dalam bentuk tabungan atau cash ditangan.

Aset yang likuid selanjutnya adalah aset investasi, dimana aset ini biasanya memiliki pertambahan nilai pada masa mendatang. Ini mungkin aset yang banyak orang tidak perduli. Padahal aset investasi juga bisa menjadi likuid. Yang penting pada aset ini, kita harus lebih teliti, lebih tau agar aset ini tidak mengalami penurunan nilai bahkan habis. Banyak sekali instrumen keuangan yang menyediakan aset investasi, tetapi pilihlah dengan bijak, serta tanyakan pada yang lebih mengetahui. Selain pada instrumen produk keuangan, aset investasi yang hampir likuid adalah perdagangan kecil seperti membuka toko, jika laris maka akan selalu ada nilai yang masuk ke kantong kas kita yaitu perputaran uang dan juga keuntungan yang diperoleh dari penjualan di toko.

ASET YANG TIDAK LIKUID
Aset yang tidak liquid adalah aset yang sangat sulit diuangkan walaupun nilainya naik pada masa mendatang, atau hampir-hampir sulit untuk diuangkan. Aset ini misalnya property, misalnya tanah, rumah, ruko, apartemen. Dengan nilai yang cukup tinggi sangat sulit untuk diuangkan. Waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan nilai uang dari Aset tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama, bilapun bisa dalam waktu singkat terkadang bahkan lebih banyak dengan nilai yang dibawah harga pasaran. Maka bisa dikatakan memiliki nilai yang menurun.

Selain properti ada juga aset seperti mobil. Aset ini juga terkadang sulit untuk diuangkan, seandainya diuangkan nilainya bisa sangat rendah dari harga pasaran bila diambil waktu secepat mungkin.

Aset yang tidak liquid seperti property dan kendaraan lebih pas dimasukkan dalam aset guna, jadi yang diambil adalah aset dengan pertimbangan nilai gunanya.

Dari aset-aset yang disebutkan diatas, semuanya harus dimiliki secara seimbang. Kaitanya erat dengan persiapan kondisi darurat yang membutuhkan dana darurat dengan segera. Mengapa demikian, kita harus memiliki uang cash untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Simpan emas untuk menjaga nilai aset kita. namun kita juga bila bisa harus memiliki rumah untuk tempat tinggal kita. Penyiapan dana darurat akan membuat kondisi keuangan menjadi lebih sehat, terlebih bagi kita yang memiliki total aset yang tidak begitu besar. Namun perlu diingat bahwa penyiapan aset lancar dan tidak lancar pada setiap individu akan berbeda bergantung pada total jumlah aset yang dimilki dan jumlah penghasilannya. Intinya bahwa dana darurat harus ada ketika kondisi darurat datang secara tiba-tiba.

Jangan sampai memiliki rumah yang banyak habis terjual dengan harga murah karena dalam kondisi BU (Butuh Uang). Keseimbangan bukan berarti 50% berbanding 50%, tetapi ketersediaan dana sesuai kebutuhan dan kondisi tertentu. Sehingga kondisi keuangan lebih maksimal digunakan dan juga tentunya lebih sehat.

Bagaimana dengan sobat sekalian. Ini hanya pendapat, mungkin ada yang berbeda, silahkan berbagi di kolom komentar ya....

Happy Blogging.

Komentar

  1. ulasan yang menarik tentang keseimbangan antara aset cepat cair dengan yang satunya. Dalam skala kecil sepertinya konsep ini bisa diterapkan agar sewaktu-waktu kita membutuhkan dana segar untuk keperluan yang ada diluar perkiraan bisa teratasi dengan baik.

    BalasHapus
  2. wah saya kurang ngerti soal ekonomi. tapi mungkin berguna suatu hari nanti.

    BalasHapus
  3. Mantap nih tips nya, terimakasih banyak buat artikelnya pak

    BalasHapus

Posting Komentar

PERHATIAN !!!!

Berkomentarlah sesuai dengan artikel yang dibaca.

Berkomentarlah untuk memberikan pendapat yang bisa digunakan untuk membangun blog ini menjadi lebih baik.

Jangan Tinggal link hidup di dalam komentar!!!

Jangan promo barang (jika referensi pengetahuan silahkan), berbau judi dan sara.