Gejala Asma pada Anak, Penanganan dan Pengobatan yang Tepat

Gejala Asma pada Anak, Penanganan dan Pengobatan yang Tepat adalah sebuah artikel yang saya tulis untuk anda yang memiliki anak penderita asma. Asma adalah penyakit dimana kondisi sulit bernafas. Pada musim hujan kali tidak sedikit penderita asthma mengalami kekambuhan. Saya mengetahui juga salah satu teman saya yang istrinya penderita asma pun begitu walaupun tidak sering.

Apakah asma bisa disembuhkan? Mungkin jawaban ini adalah bisa ya bisa juga tidak. Sebenarnya proses penangannya adalah sejak bayi agar diketahui gejalanya sehingga bisa diterapkan kontrol dan pengobatan serta terapi yang tepat. Asma tidak bisa disembuhkan tetapi bisa di kontrol. Nah untuk bisa mengontrol ini mari kita lihat gejala asma pada anak.

Gejala Asma pada Anak, Penanganan dan Pengobatan yang Tepat

Gejala Asma Pada Anak

Agar lebih cepat penangan yang bisa dilakukan terhadap penderita asma anak maka ketahuilah gejala asma pada anak anda. Gejala umum asma adalah sulit bernafas dan disertai mengi dengan suara yang cenderung melengking.

Namun perlu diketahui juga bahwa gejala asma pada anak tidak selalu ditandai dengan gejala sesak napas dan mengi. Jika anak menderita batuk dan sulit untuk disembuhkan, atau membutuhkan waktu yang cukup lama untuk penyembuhannya maka bisa saja ini adalah gejala asma apalagi disertai dengan sering kambuhnya penyakit. Gejalanya bahkan akan meningkat atau terasa berat pada waktu malam hari (dini hari) dan pada saat bangun tidur. Pada bayi gejala batuk yang berat ini bisa disertai dengan muntah yang berisi lendir.

Jika anak anda memiliki gejala asma seperti tersebut maka pastikan kepada dokter sehingga anda bisa melakukan perawatan yang lebih baik karena pada anak penderita asma akan ada hambatan yang bisa mengganggu tumbuh kembangnya serta menurunnya daya ingat. Hal terjadi karena adanya kemungkinan kurangnya asupan oksigen sehingga bukan tidak mungkin akan menganggu proses belajar baik dirumah maupun disekolah.

Tetapi anda juga perlu mengetahui hal berikut; 80% anak penderita asma pada akhirnya akan sembuh dengan sendirinya pada saat memasuki masa pubertas karena faktor hormonal. Sedangkan sisanya 20% akan terus berlanjut hingga dewasa. Penanganan serta perawtan yang tepat untuk anak penderita asma harus dilakukan sejak dini untuk mencegah agar serangan asma tidak berlanjut hingga dewasa atau tidak kambuh terus.

Penanganan Asma pada Anak

Penanganan asma pada anak harus dilakukan dengan tepat untuk menahan kambuhnya asma yang sering menyerang dengan tiba tiba. Untuk penganan dan perawatan bagi anak penderita asma bisa dilakukan dengan beberapa hal berikut;

Faktor Pemicu Asma pada Anak

Asma bisa kambuh dengan ada pemicu yang menyertainya. Pemicu atau pencetus inilah yang harua dihindari agar asma tidak mudah kambuh. Pemicu yang secara umum saat ini diketahui dapat merangsang kambuhnya asma antara lain asap ( baik itu asap kendaraan bermotor maupun asap yang lain), debu, cuaca dingin bisa karena hujan atau pendingin ruangan (Air Conditioner), kosmetik dalam bentuk semprot, obat nyamuk, serta bahan kimia lain yang sangat menyengat.

Pencetus lain adalah dari makanan seperti kacang, kedelai, gorengan, es, permen, cokelat, bahan pengawet. Dan pencetus yang bersifat psikologis juga bisa terjadi yang umumnya stres.

Kontrol pada Anak Penderita Asma

Seperti yang sudah di tuliskan di atas bahwa penyakit asma tidak bisa disembuhkan, untuk itulah perawatan yang tepat sangat dibutuhkan agar kualitas hidup anak penderita asma menjadi lebih baik dan diharapkan tidak kambuh. Maka perawatan selanjutnya adalah pengontrolan terhadap anak penderita asma.

Pengontrolan yang harus dilakukan adalah pengontrolan gejala, pengontrolan obat, pengontrolan faktor pemicu dan pengontrolan pertolongan pertama.

Pengontrolan gejala dilakukan ketika menemui gejala asma muncul pada anak. Kemudian konsultasikan dengan dokter dan obat apa yang diberikan. Tanyakan juga kira kira apa faktor pemicunya. Kemudian obat apa yang diberikan.

Jika anda menerima obat catat obat tersebut sehinga anda bisa terbantu melacak gejala dan apakah pengobatan dengan obat yang sudah diberikan sudah bekerja dengan baik. Biasanya dokter akan memberikan obat pengontrol (Inhaled Corticosteroid) setiap hari untuk mencegah serangan dan mengurangi pembengkakan pada saluran udara. Pastikan juga bahwa dokter sudah memberitahukan bagaimana cara menggunakan obat tersebut dengan benar sehingga obat tersebut dapat membantu pernafasan anak anda menjadi lebih baik.

Selain itu juga anda harus melakukan kontrol terhadap pemicu yang bisa membuat kambuh asma pada anak anda. Sebisa mungkin hindarkan bahan yang di sinyalir sebagai pemicu asma. Rajin rajinlah membersihkan kotoran dan debu dari rumah anda. Jangam biasakan membeli makanan berbahan pengawet.
Anda sebaiknya membuat catatan yang praktis tentang pertolongan pertama dengan rencana yang lengkap secara harian. Hal ini dilakukan agar anda mudah memahami tindakan secara prosedur sederhana di rumah anda. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter anda mengenai hal ini, karena ini juga berhubungan dengan rekam medik atas obat yang telah digunakan.

Pengobatan Asma Pada Anak

Ada dua macam asma pada anak seperti yang sudah kami tuliskan sebelumnya pada bagian atas. Bahwa 80 persen asma akan hilang ketika dewasa atau puber dan sisanya akan terus berlanjut. Maka pengobatan yang tepat adalah untuk tetap membuat anak nyaman dan memiliki kualitas hidup, artinya bahwa anak harus mendapatkan pengobatan ketika asma ini berlangsung sehingga kualitas hidup dimasa pertumbuhan, perkembangan, bermain, belajar tidak terganggu dengan asma walaupun faktor itu akan tetap ada. Berikut pengobatan yang biasa dilakukan untuk anak penderita asma.

Pengobatan Asma dengan Inhaler

Menggunakan pengisap (Inhaler) dengan spacer adalah cara terbaik yang bisa anda lakukan untuk mengobati paru paru anak anda yang terkena asma. Anda harus memahami betul cara menggunakan inhaler ini agar anda juga bisa mengajarkan atau mengarahkan anak anda ketika menggunakan inhaler dengan benar sehingga obat bisa bekerja dengan baik.

Ketika anda membawa anak anda ke dokter untuk penanganan asma dan sudah diberikan obat inhaler biasanya dokter akan menjelaskan bagaimana cara menggunakan inhaler yang tepat. Namun jika anda masih belum jelas atau ragu anda bisa tanyakan ke dokter sampai anda benar benar mengerti.

Selain itu yang perlu diperhatikan adalah frekuensi penggunaan obat pada anak. Jika buah hati anda lebih sering menggunakan inhaler dari biasanya maka bisa dipastikan asma tidak terkontrol. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini karena bisa saja hal ini menimbulkan masalah.

Pengobatan Asma dengan Terapi Ozon

Terapi ozon juga bisa menjadi pengobatan tambahan untuk penderita asma. Dengan terapi ozon diharapkan bisa meningkatkan kemampuan tubuh dalam menjalankan transportasi oksigen dan hemoglobin darah dan juga meningkatkan daya tahan dan kelenturan sel darah merah.
Ozon yang digunakan bukanlah seperti ozon yang ada di atmosfir di muka bumi yang tertinggi yang berguna untuk menahan sinar ultra violet. Ozon yang digunakan adalah ozon yang dihasilkan dari proses oksigen murni yang dialirkan melalui generator listrik.

Terapi ozon dilakukan dengan menggunakan infus. Caranya adalah dengan mengambil darah dan kemudian dimasukkan ke dalam mesin ozonosan. Nah, di dalam mesin inilah darah akan dicampur dengan ozon barulah setelah itu darah dimasukkan kembali ke dalam pembuluh darah.

Pengobatan Asma dengan Air Oksigen

Saat ini banyak produk air minum yang diklaim mengandung oksigen murni yang tinggi serta memiliki kandungan mineral anorganik yang rendah dan bahkan ada juga yang telah diaktifkan dengan menggunakan sinar alpha melalui proses Molecular Resonance e-Magnetic Technology (MReT). Biasanya untuk mendapatkan manfaat tersebut air diminum saat baru bangun tidur dan sebelum makan malam atau pada saat lapar. Dengan meminum air ini diharapkan suplai oksigen bisa terpenuhi. Namun tetap perlu disadari dan diketahui bahwa air ini hanya pengobatan untuk menekan atau menghambat gejala yang timbul, namun tidak bisa mengobati karena sifatnya untuk suplai oksigen. Jika anda berhenti mengkonsumsi maka kemungkinan besar gejala asma bisa kambuh.

Pengobatan Asma dengan Herbal Alami


Selain pengobatan di atas, ada juga yang melakukan pengobatan dengan herbal alami. Banyak herbal yang di tawarkan dan bisa membantu mengurangi gejala asma yang kambuh. Salah satunya adalah Cuka Apel yang katanya bisa membantu mengurangi gejala asma dan saya juga banyak mendapatkan testimoni tentang khasiat herbal ini. Atau ada juga Jintan Hitam Habbatussauda yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh bagi penderita asma dan meningkatkan metabolisme tubuh. Dari itu semua bisa menjadi pilihan anda, mana saja yang cocok.

Itulah artikel tentang gejala asma pada anak, sehingga anda bisa memberikan penanganan dan pengobatan yang tepat sehingga kualitas hidup buah hati anda menjadi lebih baik. Happy blogging...

Image courtesy of Arvind Balaraman at FreeDigitalPhotos.net

Artikel Terkait

I was an employee in a company Media Print on Accounting section at the supervisor level . There are still many things to be learned gradually .

As a blogger since 2007 to date to another part of my life that is still comfortable to live . Met many friends and broaden one of its advantages and also earn income is a remarkable thing .

4 komentar

komentar
Selasa, 13 Januari 2015 11.32.00 GMT+8 delete

Terima kasih artikelnya sangat menambaha wawasan tentang penyakit asma...

Salam kenal dari Pulau Dollar

Reply
avatar
Selasa, 13 Januari 2015 17.18.00 GMT+8 delete

Iya sama sama mas, semoga tulisan sederhana ini bisa menjadi manfaat bagi para pembaca untuk mengetahui sedikit tentang penyakit asma.

Salam kenal juga.

Reply
avatar
Kamis, 15 Januari 2015 15.16.00 GMT+8 delete

terima kasih infonya ^_^, kebetulan saudara saya anaknya ada yang punya penyakit asma

Reply
avatar
Kamis, 15 Januari 2015 16.59.00 GMT+8 delete

asma memang penyakit yang sangat bandel sekali gan

Reply
avatar