Waspada dan Peduli Terhadap Penyakit Kanker

Dibulan Februari ini adalah Kanker sedunia tepatnya 4 Februari sebagai hari kanker sedunia dan 15 Februari sebagai Hari Kanker Anak Sedunia. Setiap peringatan selalu saja bertambah kasus kanker di sekitar kita namun ternyata banyak tidak aware atau peduli dengan keadaan ini, padahal sudah banyak kampanye mengenai hal ini.

Waspada dan Peduli Terhadap Penyakit Kanker

Waspada memang harus sudah dimiliki masyarakat kita akan hal ini. Setidaknya kita harus tahu bahwa kanker adalah penyebab kematian terbesar nomor tiga setelah penyakit jantung di Indonesia. Bahkan didunia ini adalah penyumbang dengan porsentase sebesar 25% dari seluruh kematian. Bahkan dari segi biaya penyakit kanker adalah penyakit terbanyak kedua yang menghabiskan banyak biaya setelah hemodialisis. (wikipedia id)

Kewaspadaan ini juga harus kita tingkatkan karena kasus kanker tidak hanya menyerang orang yang sudah tua, lansia dan senja. Ternyata banyak juga kasus yang menyerang anak-anak. Karena itulah ada peringatan hari kanker anak sedunia. Ini sesuai dengan yang kami dapat saat mengikuti seminar pada hari kanker sedunia pada 4 Februari 2017 di Big Mall Samarinda yang dipaparkan oleh dr. Samuel Kelvin, Sp. Onk.Rad dari Radioterapi Rumah Sakit AW. Syahrani Samarinda.

Waspada dan Peduli Terhadap Penyakit Kanker

Selain itu untuk keluarga penderita kanker (survivor) atau biasa disebut dengan pendamping juga harus peduli. Ketika Anggota keluarga kita ada yang didiagnosa mengidap kanker maka kita awalnya kita harus peduli. Carilah informasi yang benar mengenai penyakit kanker yang ada pada lembaga yang valid. Anda bisa mencarinya pada jurnal di web web universitas di Indonesia.

Diharapkan semua keluarga bisa sebagai pendamping yang tetap tenang dan mendapatkan informasi yang benar mengenai penyakit kanker. Baik itu suami atau istri, anak, orang tua, mertua, kakak, adik, dan kerabat kita. Jangan menganggap sepele akibat-akibat dari yang ditimbulkan dari pengobatan kanker. Karena proses pengobatan yang panjang dan bisa cukup melelahkan, maka bisa saja survivor mengalami depresi. Itulah tugas pendamping untuk memberikan semangat. Pendamping juga akan mengalami hal yang sama. Maka sebagai keluarga sebaiknya harus mengerti akan hal ini. Demikian yang kami dapat dari Wahyu Nhira Utami, M. Psi pada acara yang sama.

Waspada dan Peduli Terhadap Penyakit Kanker
Pembicara di seminar We Can I Can, Hari kanker sedunia 4/2/17 Big Mall Samarinda.

Rasa peduli ini bisa anda lakukan sejak awal-awal dengan mencari informasi-informasi mengenai kanker ini seperti penyebab kanker, gejala kanker, jenis kanker atau berbagai macam penyakit kanker. Nutrisi untuk menghindari kanker dan sebaliknya juga seperti makanan penyebab penyakit kanker. pemeriksaan dini akan lebih mengoptimalkan proses penanganan dan pengobatan.

Jika mengalami gejala yang dirasa bisa sebagai penyakit kanker segera periksakan diri ke dokter. Jangan sampai menunda hanya karena rasa takut jika mengetahui penyakitnya mengerikan. Lebih baik mengetahui lebih awal untuk meringankan pengobatan.

Mulailah merubah gaya hidup yang lebih sehat. Tidak merokok dan rajin berolahraga serta pola makan yang sehat. Hindari makanan yang mengandung pengawet dan penyedap rasa kimia. Jangan lupa sholat dan berdoa agar tetap diberikan nikmat kesehatan, sedekah juga bisa jadi pencegah atau obat kanker kawan. Karena di beberapa negara bekrembang inilah faktor terbesar dari penyakit kanker. Ayo waspada dan peduli.

Ini hanya berbagi pengalaman ketika kami mengantar Bunda Rizi yang terkena Tumor Ovarium melakukan Radioterapi di Rumah Sakit Abdul Wahab Syahrani Samarinda dan bertemu dengan berbagai macam orang dengan penyakit kanker, dan tingkat keganasan yang berbeda. Ikut seminar dan lebih menambah informasi yang harus kami miliki. Semoga Allah selalu memberikan kita nikmat kesehatan Amin.

Komentar